Bagaimana Situasi Kebun Binatang Ditengah Pandemi Covid-19 dan Adaptasi New Normal?

September 2020 – Sabtu, 05 September 2020 yang lalu, Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMBIO) FMIPA Unila mengadakan Webinar Seputar Obrolan Konservasi (SOK) dengan tema “Dampak Pandemi Covid-19 bagi Keberlangsungan Hidup Satwa dan Penerapan Adaptasi New Normal di Kebun Binatang”. Webinar SOK kali ini menghadirkan 2 narasumber yang berperan dalam bidang konservasi yaitu DR. H. Rahmat Shah (Ketua Umum Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia) dan M. Irwan Nasution (Komisaris Utama Lembah Hijau Lampung) serta dipandu oleh Moderator Dr. Nuning Nurcahyani, M. Sc. selaku Dosen Biologi FMIPA Unila.

Webinar dilaksanakan melalui media Zoom Meeting Room FMIPA yang dihadiri sebanyak 147 orang dan streaming Youtube. Para peserta berasal dari kalangan dosen, mahasiswa, guru, pegawai swasta, dan alumni Biologi FMIPA Unila. Webinar SOK dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FMIPA Unila Bapak Dr. rer. nat. Roniyus Marjunus, M. Si.

Bapak DR. H. Rahmat Shah, menyampaikan “Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Keberlangsungan Hidup Satwa” . Beliau menjelaskan dampak yg ditimbulkan Covid-19 secara langsung dalam berbagai aspek yang dialami oleh lembaga konservasi di Indonesia. Dampaknya seperti operasional lembaga konservasi lesu karena adanya penutupan sedangkan perawatan dan pengelolaan satwa serta gaji SDM harus tetap diberikan, sehingga membutuhkan biaya  yang tidak sedikit. Sebagai wadah  Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia, PKBSI telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Salah satunya dengan menjalankan program #FoodForAnimal yang bekerjasama dengan berbagai influencer, pemerintah, instansi, swasta, pribadi dan lainnya. Hasil Penggalangan dana yang terkumpul dari program #FoodForAnimal telah disalurkan ke 28 kebun binatang di seluruh Indonesia.

Materi ke-2 disampaikan oleh Bapak M. Irwan Nasution, yang memaparkan tentang “Penerapan Adaptasi New Normal di Kebun Binatang”. Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa dalam pembukaan kembali (re-opening) lembaga konservasi , Lembah Hijau Lampung harus melalui beberapa tahapan dan sesuai dengan surat edaran dari pusat (yang dikeluarkan oleh Kemenko Maritim, Kementrian Perdagangan, Kementrian Kesehatan, Dirjen Konservasi SDA dan Ekosistem KLHK, serta PKBSI). Untuk persiapan yang dilakukan yaitu diskusi menyusun SOP sektor pariwisata serta simulasi protokol kesehatan Covid-19, yang menyatakan bahwa Taman Wisata Lembah Hijau siap beroperasi kembali dengan pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50%, melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap seluruh karyawan, melakukan peninjauan objek wisata oleh Kapolda dan Wakapolda Lampung dengan Kepala Dinas Pariwisata Prov. Lampung serta memberikan tanda atau ikon mengenai protokol kesehatan dan aturan jaga jarak yang diberikan di sudut tempat Taman Wisata Lembah Hijau Lampung. Berdasarkan surat edaran SOP yang diedarkan, Taman Wisata Lembah Hijau sudah sesuai.

Setelah pemaparan materi, dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab. Dari diskusi tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam masa pandemi saat ini tentu terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan bagi keberlangsungan hidup satwa di kebun binatang seperti kekurangan pakan. Hal ini juga menjadi suatu ancaman bagi pengolahan kebun binatang seperti pemecatan karyawan dan tutupnya kebun binatang. Oleh karena itu pihak PKBSI  melakukan kerjasama dengan semua pihak dan mengadakan penggalangan dana. Kini pihak kebun binatang pun telah membuka semua kebun binatang tentu dengan protokol kesehatan yang diedarkan oleh pusat dengan harapan dapat mengurangi dampak akibat Covid-19 di kebun binatang.

Di akhir acara sebagai apresiasi kepada peserta yang bertanya, HIMBIO FMIPA Unila memberikan doorprize kepada peserta dengan pertanyaan yang menarik. Pemilihan pertanyaan yang terbaik dilakukan oleh Dosen Biologi FMIPA Unila dan terpilih 10 peserta yang akan mendapatkan doorprize. Selain doorprize yang telah kami siapkan, Bapak Iwan Riswana M. Si. selaku Alumni Biologi FMIPA Unila dan Bapak DR. H. Rahmat Shah juga memberikan doorprize yang tak terduga kepada peserta yang beruntung.

Dengan diadakannya webinar SOK diharapkan peserta mendapat ilmu baru mengenai dampak Covid-19 yang tidak hanya berimbas kepada manusia saja, melainkan juga ke satwa. Selain diharapkan masyarakat umum mampu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku apabila sedang berkunjung ke pusat keramaian, terutama kebun binatang. Setelah terselenggaranya webinar ini, kami juga mempromosikan Lembah Hijau Lampung sebagai tempat wisata yang sudah melakukan re-opening sesuai dengan SOP protokol kesehatan Covid-19. (HIMBIO).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *